welcome

to my Blog
Jaringan komputer atau yang kita kenal dengan istilah network merupakan salah satu hal yang bisa dibilang sangat penting untuk kita semua. Bagaimana tidak, sebuah jaringan komputer mampu membantu kita dalam mengakses berbagai informasi penting yang ingin kita ketahui, kapanpun dan juga dimanapun. Berkat adanya Jaringan komputer ini, maka kita dapat dengan mudah saling terhubung satu sama lain dalam satu jaringan komputer. Agar lebih memahami mengenai jaringan komputer, sebelumnya kita juga telah membahas jenis jaringan komputer


                         prangkat lunak

Sejarah penggunaan perangkat lunak jaringan komputer
Pada awalnya, ketika sebuah mikroprosesor mulai diciptakan pertama kali, ada beberapa sistem operasi, seperti CP/M, MS-DOS dan juga Mac OS. Ketga jenis sistem operasi tersebut pada awalnya hanya diciptakan untuk penggunaan personal saja tanpa memperhitungkan penggunaan secara bersamaan. Setelah pada akhirnya teknologi LAN mulai diperkenalkan dan juga dipatenkan, maka pada akhirnya penggunaan komputer tidak hanya digunakan secara personal, namun bisa digunakan secara bersamaan. Saat itu, dan hingga kini, ada dua bentuk koneksi antar komputer yang umum digunakan, yaitu :

Perangkat Lunak Peer to Peer Connection

     Peer to peer conecction merupakan koneksi yang bisa digunakan untuk membentuk suatu jaringan komputer tanpa perlu menggunakan komputer induk sebagai server. Dengan jens koneksi peer to peer ini, maka dimungkinkan untuk kedua komputer saling terhubung satu sama lain, dan memiliki level yang sama dalam hal sharing data.
Jenis Software dari Peer to Peer Connection
Dalam mendukung peer to peer connection ini, biasanya setiap sistem operasi sudah memiliki fitur standarnya sendiri, seperti :
  • AppleShare (untuk melakukan koneksi peer to peer diantara produk Apple)
  • LANtastic (untuk melakukan koneksi antara MS-DOS, Windows dan juga OS/2)
  • Workgroups (merupakan fitur miliki microsoft Windows untuk koneksi peer to peer antar komputer penggunan sistem operasi windows)
Keuntungan Menggunakan Peer to Peer Connection
Penggunaan peer to peer connection ini tentu saja memilki beberapa keuntungan , seperti :
  • Tidak membutuhkan server dan client
  • Mudah untuk diatur ulang / setup
  • Tidak membutuhkan penggunaan hardware yang banyak
Meskipun memilki keunggulan, namun demikian ternyata penggunaan peer to peer connection masih mengalami masalah keamanan.

Perangkat Lunak Client to Server Connection

Jenis koneksi LAN yang kedua adalah client to server connecton. Sesuai dengan namanya, koneksi ini membutuhkan server sebagai penyedia data, dan juga client untuk mengakses datanya. Ini merupakan jenis konektivitas yang umum digunakan pada berbagai institusi, seperti sekolah, universitas, ataupun perusahaan.
Beberapa contoh Perangkat lunak pada Client – Server Connection
Berikut ini adalah beberapa perangkat lnak yang mendukung sstem jaringn komputer client to server connection :
  • Nevell NetWare
  • Windows Server
  • Banyan VINES
  • Billing system
Kelebihan Client To Server Connection
  • meningkatkan kemanaan dan juga pengawasan pada satu sistem jaringan komputer menjadi lebih mudah dan lebih tinggi lagi
Kelemahan Client To Server Connection
membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena membutuhkan komputer server, dan bermacam – macam perangkat keras lainnya dalam jaringan komputer client to server.
Selain itu, penggunaan server juga dinilai memiliki biaya yang cukup tinggi, karena server merupakan jenis komputer dengan spesifikasi yang cukup tinggi, dan harus aktif selama 24 jam sehari, sehingga membutuhkan pelakuan khusus untuk menangani server tersebut.
Selain adanya sistem operasi jaringan komputer yang berasal dari software komputer itu sendiri, ada juga sistem operasi atau perangkat lunak komputer yang dibuat dan harus diinstall untuk dapat menjalankan suatu hardware, seperti router, access point, ataupun modem. Biasanya, sistem operasi ini juga sering kita kenal dengan istilah driver, dimana berfungsi untuk melakukan management network atau jaringan yang terhubung ke dalam perangkat keras yang kita gunakan. Untuk informasi detail mengenai router.

Fungsi perangkat lunak jaringan komputer

Fungsi dari perangkat lunak jaringan komputer itu sendiri antara lain :
1. Untuk memastikan bahwa perangkat keras jaringan bisa digunakan oleh komputer di dalam jaringan yang kita buat
Fungsi utama dari perangkat lunak jaringan komputer itu sendiri yang pertama adalah untuk memastikan bahwa hardware atau perangkat keras jaringan komputer yang kita miliki bisa bekerja dengan baik dan juga kompatibel dengan komputer yang menjadi server.
  • Contoh pengaplikasian perangkat lunak yang berhubungan dengan kinerja perangkat keras
Misalnya, ketika kita membeli sebuah router, maka kita harus bisa memastikan bahwa router yang kita miliki benar – benar bisa digunakan pada komputer server, dan benar – benar dapat berguna. Contoh lainnya adalah ketika kita membeli sebuah modem. Apabila kita tidak memiliki perangkat lunak untuk menggunakan modem tersebut, maka dapat dipastikan modem tersebut tidak akan berguna dengan baik dan tidak dapat bekerja pada komputer kita.

2. Untuk melakukan trouble shooting pada perangkat keras jaringan
Tentu saja tidak semua hardware yang kita gunakan dalam jaringan lepas dari masalah, baik dari segi jaringan ataupun dari segi hardwarenya. Dengan adanya perangkat lunak jaringan komputer, maka kita bisa mendeteksi masalah apa yang muncul pada perangkat keras jarignan yang kita miliki.
3. Untuk melakukan update firmware dan juga software dari perangkat keras tersebut, agar memiliki fungsi yang lebih baik lagi
Selain itu, beberapa hardware tentu saja membutuhkan pengembangan agar bisa memiliki fitur yang lebih baik lagi. Dengan adanya sistem operasi, sebagai perangkat lunak yang dimiliki oelh jaringna, mkaa kita bisa melakukan upgrade dan juga update pada firmware perangkat keras jaringan yang kita miliki.

Jenis Perangkat lunak jaringan komputer

Berikut ini adalah beberapa software alias perangkat lunak yang bisa anda install untuk menjalankan fungsi dari perangkat keras jaringan komputer :
  • JUNOS untuk menjalankan hardware seperti router dan juga switch yang diproduksi oleh Juniper Networks
  • Cisco IOS
  • TiMos untuk menjalankan routers yang dibuat oleh Alcatel-Lucent
  • VRP (Versatile Routing Platform) untuk menjalankan hardware routers yang dibuat oleh Huawei
  • Embedded Linux
  • ZyNOS
  • ExtremeXOS
  • Cumulus Linux
  • Dell Networkin Operating System
Itu adalah beberapa jenis software alias perangkat lunak yang bisa anda gunakan untuk membantu membangun jaringan komputer yang anda buat. Biasanya, anda dapat menginstall perangkat lunak tersebut dengan mudah, karena biasanya CD dan juga installer dari perangkat lunak tersebut juga tersedia di dalam paket hardware yang anda beli, yang juga kita sering istilahkan dengan nama driver.
Pada dasarnya, sama seperti sistem operasi pada sebuah komputer, perangkat lunak software merupakan salah satu elemn penting yang harus kita miliki untuk dapat menjalankan suatu jaringan komputer dengan lancar. tanpa adanya perangkat lunak pada jaringan komputer, maka dapat dipastikan salah satu atau keseluruhan dari suatu sistem jaringan komputer tidak akan bisa digunakan secara optimal.
                          perangkat keras



Secara harafiah, jaringan komputer merupakan kumpulan dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain. Saling terhubungnya komputer ini disebabkan oleh adanya kabel ataupun non kabel yang saling terhubung, sehingga komputer bisa membentuk suatu jaringan. Dengan adanya jaringan komputer ini, maka setiap komputer bisa saling bertukar informasi, baik dari server, maupun antar client. Saat ini, penggunaan jaringan komputer tentu saja sudah sangat luas dan juga umum digunakan, terlebih lagi dengan berkembangnya fitur internet yang dapat dengan mudah kita akses, sehingga hal ini dapat menyebabkan kebutuhan akan jaringan komputer semakn besar. Agar lebih jelas.


Perangkat Keras Jaringan Komputer
Berikut ini adalah beberapa contoh dari hardware alias perangkat keras yang bisa digunakan untuk membangun suatu jaringan komputer :
  • Hub, Switch, Server, Client, Kabel, Router, Bridge, Access Point, Gateaway, Modem
Selain itu,  masih banyak lagi hardware alias perangkat lunak yang berperan untuk membangun suatu jaringan komputer.Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat perangkat keras pada jaringan komputer.
Namun demikian, penggunaan perangkat keras saja tidaklah cukup. Untuk bisa membangun suatu jaringan, dan juga menggunakan suatu jaringan, maka diperlukan juga suatu software alias perangkat lunak yang menduung komputer kita agar bisa terhubung satu sama lain di dalam suatu jaringan, nah kita akan mengulas detil perangkat lunak jaringan komputer pada sesi ini.
Pada dasarnya sebuah perangkat lunak dari sistem jaringan komputer atau yang juga sering dikenal dengan istilah network operating system merupakan suatu sistem operasi yang dapat di install ke dalam komputer untuk dapat terkoneksi dan bisa menjalankan fungsi dari alat – alat dan juga perangkat keras dari sebuah jaringan, seperti router, modem, firewall, atau pun access point. Sebelum jaman modern seperti saat ini, ada satu network operating system lainnya, yang khusus bertugas untuk membuat suatu koneksi LAN, namun demikian, saat ini software tersebut sudah ditinggalkan, karena hampir semua sistem operasi saat ini sudah mendukung konektivitas LAN, seperti Windows, Mac, dan juga Linux.


Untuk membangun sebuah jaringan komputer, tentu saja ada banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah faktor hardware. Hardware atau perangkat keras merupakan elemen yang sangat vital dalam pembentukan jaringan komputer. Apabila kekurangan satu elemen hardware saja, maka dapat dipastikan suatu jaringan tidak akan dapat berjalan dengan sempurnya. Berikut ini adalah beberapa hardware atau perangkat keras yang bisa digunakan pada jaringan komputer :

1. Komputer Server

Perangkat keras komputer pertama yang merupakan perangkat penting dalam jaringan komputer adalah sever. Ya, server merupakan salah satu perangkat yang sangat penting, karena server merupakan pusat dari jaringan komputer. Semua data penting yang nantinya akan disebarkan melalui jaringan internet semuanya berada padakompute server. Komputer server ini nantinya akan saling terhubung dengan komputer – komputer client, yang dapat mengakses data dari server tersebut.
  • Fungsi utama dari server
Fungsi utama dari server adalah sebagai database informasi yang nantinya akan dikirimkan dan juga disebarkan oleh jaringan. Semua data tersebut akan ditransmisikan melalui sistem jaringan agar nantinya dapat sampai ke komputer client. Kecanggihan fungsi CPU pada komputer server ini sangat penting dalam menunjang keandalan jaringan agar tidak terjadi komputer sering hang.
  • Spesifikasi khusus dari komputer server
Dengan tugasnya yang harus bisa menyediakan data bagi client yang terhubung ke dalam jaringannya, maka komputer server wajib mampu untuk beroperasi secara penuh, yaitu 24 jam sehari. Maka dari itu, biasanya komputer server memiliki spesifikasi yang tidak ada pada komputer biasa pada umumnya, seperti power supply yang lebih baik, harddisk yang memiliki kapasitas besar, processor yang jauh lebih cepat dan tidak mudah panas, kapasitas RAM yang besar, serta berbagai spesifikasi khusus lainnya.
  • Kebutuhan dan penanganan komputer server
Selain itu, ada baiknya komputer server diletakkan di dalam suatu ruangan dengan sistem pendingin udara yang tetap berjalan, sehingga hal ini dapat mengurangi peningkatan suhu panas pada komputer server.
Sponsors Link

2. Komputer user atau client

Perangkat keras dalam jaringan komputer yang kedua adalah komputer client atau user, sering juga dkenal dengan istilah terminal ataupun workstation. Secara umum, komputer client ini merupakan komputer umum yang digunakan untuk memperoleh data dari server.
Ibarat rantai makanan di dalam ilmu ekologi, komputer server adalah tanaman penyedia makanan, sedangkan komputer client adalah hewan yang memakan hasil buah dari tanaman tersebut. Artinya, komputer client ini di tugaskan untuk menarik data yang ada di komputer server.

Komputer client yang sudah terhubung ke dalam jaringan, akan dapat memperoleh informasi dan juga akses terhadap komputer server. Komputer client ini dioperasikan secara manual oleh usernya, yaitu manusia untuk berbagai macam kebutuhan, seperti mencari data, bermain game online, ataupun keperluan lainnya.
3. Hub
Fungsi utama dari hub adalah untuk membagi jaringan dari satu server menuju ke client komputer dalam satu jaringan, terutama jaringan LAN alias lokal. Secara teoritis, hub sendiri adalah sebuah hardware atau perangkat keras yang merupaan suatu central connection point pada suatu jaringan, yang berfungsi untuk menerima sinyal dari server atau host dan kemudian mentransmisikannya ke client yang akan membentuk suatu jaringan.
Dengan adanya central connection point ini, maka hub dapat mentransmisikan data dari server menuju lebih dari satu client yang terhubung dalam satu jaringan LAN. Apabila anda hanya ingin sekedar membagi satu jaringan lokal ke dalam beberapa komputer saja, maka hub merupakan salah satu perangkat keras yang tepat.
Fungsi Hub
  • Membuat jaringan lokal dari beberapa komputer
  • Mentransmisikan jaringan, terutama LAN
  • Penguat sinyal dari suatu jaringan
  • Mempengaruhi proses konektivitas antar jaringan
Kelemahan dari hub
  • Apabila hub mengalami kerusakan, maka keseluruhan jaringan komputer akan mengalami kegagalan
  • Tidak bisa mengatur kecepatan ataupun jumlah paket data yang ditransmisikan ke komputer client

4. Switch

Switch memiliki fungsi yang sama seperti hub, yaitu dapat membantu memecah – mecah jaringan lokal. Dari satu komputer server atau host, anda dapat menggunakan switch untuk mengkoneksikan lebih dari satu komputer client ke dalam satu jaringan LAN atau lokal.
  • Perbedaan Hub Dengan Switch
Yang membedakan fungsi hub dengan switch adalah kemampuannya. Switch memiliki kemampuan yang lebih pintar daripada hub, karena switch mampu membatasi dan juga mengatur jumlah paket data yang ditransmisikan ke dalam komputer client yang terhubung dalam jaringan. Jadi, dengan menggunakan swictch, pengaturan data antar client bisa dibedakan.
  • Fungsi Utama dari switch
    • Untuk menerima sinyal dan juga data dari komputer atau server
    • Mentransmisikan data dari server atau host ke dalam jaringan dan kepada client
    • Memperkuat sinyal yang ditransmisikan dari server atau host menuju client
    • Dapat mengatur dan juga membatasi jumlah paket data yang ditransmisikan kepada client.
    • Sebagai central connection point
    • Dapat berfungsi sebagai repeater
    • Sebagai splitter atau pemisah antar komputer di dalam suatu jaringan.

5. Bridge

Bridge memiliki fungsi utama untuk menjembatani jaringan. Maksud dari menjembatani jaringan adalah bridge dapat menggabungkan lebih dari satu jaringan lokal ke dalam satu jaringan lokal yang lebih luas, ataupun sebaliknya, memecah satu jaringan lokal / LAN yang luas menjadi beberapa jaringan lokal yang lebih kecil. Selain itu, bridge juga dapat menjadi penghubung antar dua atau lebih jaringan lokal dengan topologi jaringan yang berbeda – beda.
Fungsi bridge akan sangat terasa apabila anda berada di dalam lingkungan instansi besar, yang terdiri dari beberapa ruangan kantor atau divisi yang letak gedungnya berjauhan. Seluruh komputer antar gedung akan dapat tetap saling terhubung denngan satu jaringan LAN induk dengan menggunakan bridge.
Fungsi dan Keunggulan Bridge
  • Memecah jaringan LAN yang besar, menjadi jaringan – jaringan kecil untuk gedung atau ruangan tertentu
  • Menghemat biaya operasional, hanya membutuhkan satu server saja untuk banyak gedung dalam jangkauan yang luas
  • Bisa digunakan untuk memecah jaringan LAN hingga ke luar pulau
  • Menjaga keamanan data dari suatu organisasi
  • Mempermudah proses monitoring pada suatu jaringan yang lebih kecil

6. Router

Perangkat keras dalam jaringan komputer berikutnya adalah router. Router sendiri secara teknis memiliki fungsi untuk melakukan penghalaan, atau menyalurkan koneksi internet melalui protokol TCP IP menuju komputer client.
Secara khusus, fungsi router bisa seperti access point, dimana bisa meneruskan koneksi internet dari broadband atau provider mernuju lokasi komputer client. Namun demikian, pada dasarnya fungsi router jauh lebih banyak dari pada itu, karena router digunakan untuk memberikan rute atau jalan – jalan tertentu bagi paket data yang ditransmisikan.
  • Penggunaan dan implementasi router
ads
Contoh penggnaan router biasanya berada di perkantoran atau kampus, dimana router akan menerima sinyal paket data, dan kemudian router akan melakukan proses routing paket data tersebut ke lokasi – lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya oleh operator router.
Router sangat cocok untuk digunakan pada satu atau lebih gedung perkantoran, kampus, ataupun mall untuk mentransmisikan paket – paket data ke dalam access point. Dalam hal ini, router memang memiliki peran ganda yang tumpang tindih dengan access point dalam jaringan komputer.

7. Access Point

Apabila anda mengetahui bahwa router memilki fungsi yang sama seperti access point, lalu apa keunggulan dari access point? Access point memiliki keunggulan, yaitu harganya yang lebih murah dibandingkan dengan router, serta pengaplikasiannya yang jauh lebih sederhana.
Acces point hanya digunakan untuk memancarkan sinyal wireless yang diterima dari router ataupun broadband untuk membuat suatu jaringan WLAN atau wireless area network. Fungsi ini jauh lebih sederhana apabila dibandingkan dengan router, yang memiliki fungsi yang sangat kompleks dan banyak.
Keunggulan Acces Point
  • Harga yang lebih murah
  • Perawatan yang lebih mudah
  • Bisa langsung tersambung dengan router ataupun broadband
  • Sudah mendukung penggunaan wireless (yang saat ini access point jga sering kita kenal dengan istilah hotspot)
  • Dapat digunakan dalam ruangan kecil hingga sedang

8. Kabel

Ketika berbicara mengenai jaringan, pastilah kita wajib memilki kabel. Ya, kabel berfungsi untuk membawa paket data dari server menuju client, tentunya dalam suatu jaringan yang bukan merupakan jaringan wireless.
Biasanya, kabel yang digunakan adalah jenis kabel UTP atau Unshielded Twisted Pair, Coaxial, dan juga kabel Fiber Optic. Tentu saja penggunaan kabel dalam jaringan komputer sangat efisien, terutama ketika anda ingin membangun sebuah jaringan lokal, karena biaya yang lebih murah dibandingakn dengan perangkat wireless.
Kekurangan penggunaan kabel
  • Instalasi yang cenderung rumit, karena harus mempertimbangkan lokasi penempatan kabel yang aman
  • Butuh kabel dalam jumlah banyak

9. NIC atau Ethernet Card

NIC merupakan kependekan dari Network Interface Card, yang merupakan suatu kartu -yang juga kita kenal dengan istilah ethernet card- yang memegang peranan penting dalam jaringan kompoter. Ethernet card merupakan kartu jaringan yang ditanamnkan pada komputer, yang mana akan membuat sebuha komputer mampu terhubung ke dalam jaringan LAN.
  • Fungsi ethernet card
Dengan adanya ethernet card ini, maka setiap komputer bisa saling terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan koneksi kabel. Namun demikian, mungkin saat ini ethernet card sudah jarnag digunakan, meskipun merupakan salah satu protokol standar dalam sebuah sistem komputer. Hal ini tidak lain dan juga tidak bukan adalah karena penemuan teknologi wireless yang lebih praktis dan juga mudah untuk diaplikasikan. Untuk lebih jelasnya mengenai ethernet, anda bisa membaca manfaat LAN card dan juga fungsi LAN Card.

10. Mode


Perangkat keras berikutnya yang merupakan perangkat penting dalam jaringan komputer adalah modem. Modem merupakan kepanjangan dari modulator dan demodulator. Secara harafiah itu berarti modem merupakan suatu bentuk komunikasi dua arah yang dimana modem bisa melakukan proses perubahan data sinyal digital menjadi analog, dan kemudian bisa merubah kembali sinyal tersbut menjadi digital agar bisa digunakan di dalam komputer.
  • Penggunaan modem saat ini
Saat ini perkembangan modem sudah jauh lebih pesat, dulu, modem digunakan untuk menggunakan koneksi Dial-up yang dikenal dengan nama Modem ADSL. Saat ini, modem sudah berbentuk USB, sehingga mudah digunakan. Selain itu, ada pula modem yang memiliki fungsi yang digabung dengan router, sehingga semua fungsi modem, router dan juga access point berada di dalam satu alat saja.

11. Konektor

Konektor merupakan alat yang di pasang pada masing masing ujung kabel jaringan untuk menghubungkan adapter network dengan kabel. Berbagai jenis konektor jaringan ini harus disesuaikan dengan tipe dan jenis kabel jaringan yang dipakai.
  • Konektor RJ-45 digunakan untuk Kabel UTP
  • Konektor BNC/T digunakan untuk Kabel Coaxial
  • Konektor ST digunakan untuk Kabel Fiber Optic

12. Repeater

Repeater merupakan perangkat keras jaringan komputer untuk memperkuat sinyal jika digunakan pada jarak yang jauh. Dengan adanya repeater ini jaringan yang tidak terjangkau oleh jarak yang cukup jauh dalam suatu lan, dapat dikembangkan dan di tarik agak jauh dan memperoleh sinyal yang cukup.
Itu adalah beberapa perangkat keras yang biasa digunakan untuk kepentingan jaringan komputer. Meskipun memiliki banyak perangkat keras, namun demikian, untuk keperluan personal, seperti di dalam rumah, anda hanya mmebutuhkan dua perangkat, yaitu PC dan juga acces point saja untuk membuat jaringan WLAN di dalam rumah anda. Kedua hardware tersebut sudah cukup untuk membangun sebuah jaringan WLAN di dalam rumah anda, sehingga anda tidak perlu berkutat dengan banyak kabel dan juga banyak perangkat keras
Jenis Jaringan Komputer secara umum kita kenal ada 5 macam, yaitu LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), WAN (Wide Area Network), Internet, dan Wireless (jaringan tanpa kabel). Sebenarnya, konsep dari Jenis Jaringan Komputer sama, yaitu untuk menghubungkan berbagai perangkat jaringan untuk dapat berkomunikasi dan berbagi sumber daya. Hanya yang membedakan adalah dari letak geologis-nya (mencakup wilayah dan area jaringan) dan teknologi yang digunakan (seperti penggunaan jenis kabel yang berbeda, IP Addressing sesuai kelas-nya, dan sistem keamanan (security) yang berbeda).

Berikut ini jenis-jenis jaringan komputer


1. LAN ( Local Area Network )


Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi.

LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. 

LAN menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

Keuntungan dari jenis jaringan LAN seperti lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional, lebih irit dalam penggunaan kabel, transfer data antar node dan komputer labih cepat karena mencakup wilayah yang sempit atau lokal, dan tidak memerlukan operator telekomunikasi untuk membuat sebuah jaringan LAN.

Kerugian dari jenis jaringan LAN adalah cakupan wilayah jaringan lebih sempit sehingga untuk berkomunikasi ke luar jaringan menjadi lebih sulit dan area cakupan transfer data tidak begitu luas.


2. MAN ( Metropolitan Area Network )

Metropolitan Area Network (MAN) merupakan jenis jaringan yang lebih luas dan lebih canggih dari LAN. Disebut Metropolitan Area Network karena jenis jaringan MAN ini biasa digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dari suatu kota ke kota lainnya. Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN, biasanya diperlukan adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan antar jaringan komputer. Contohnya seperti jaringan Depdiknas antar kota atau wilayah dan juga jaringan mall-mall moderen yang saling berhubungan antar kota.

Keuntungan dari jenis jaringan MAN ini diantaranya adalah cakupan wilayah jaringan lebih luas sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebih efisien, mempermudah dalam hal berbisnis, dan juga keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.

Kerugian dari jenis jaringan MAN seperti lebih banyak menggunakan biaya operasional, dapat menjadi target operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi, dan untuk memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.


3. WAN ( Wide Area Network )



Wide Area Network (WAN) merupakan jenis jaringan yang lebih luas dan lebih canggih daripada LAN dan MAN. Teknologi jaringan WAN biasa digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua yang lainnya. Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai LAN dan WAN karena luasnya wilayah cakupan dari WAN. Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic serta menanamkannya di dalam tanah maupun melewati jalur bawah laut.

Keuntungan dari jenis jaringan WAN seperti cakupan wilayah jaringannya lebih luas dari LAN dan MAN, tukar-menukar informasi menjadi lebih rahasia dan terarah karena untuk berkomunikasi dari suatu negara dengan negara yang lainnya memerlukan keamanan yang lebih, dan juga lebih mudah dalam mengembangkan serta mempermudah dalam hal bisnis.

Kerugian dari jenis jaringan WAN seperti biaya operasional yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, sangat rentan terhadap bahaya pencurian data-data penting, perawatan untuk jaringan WAN menjadi lebih berat.


4. Internet


Internet merupakan jaringan komputer yang global atau mendunia. Karena Internet merupakan jaringan-jaringan komputer yang terhubung secara mendunia, sehingga komunikasi dan transfer data atau file menjadi lebih mudah. Internet bisa dikatakan perpaduan antara berbagai jenis jaringan komputer beserta Topologi dan Tipe Jaringan yang saling berhubungan satu sama lain.

Keuntungan dari jenis jaringan Internet diantaranya adalah komunikasi dan berbagi sumber daya dari satu jaringan ke jaringan yang lain menjadi lebih mudah, penyebaran ilmu pengetahuan menjadi lebih pesat, penyampaian informasi menjadi lebih cepat dan mudah, dan menjadi ladang untuk memperoleh penghasilan

Kerugian dari jenis jaringan Internet diantaranya adalah kejahatan dunia maya atau cyber criminal menjadi luas, pornografi menjadi semakin luas, transaksi barang-barang ilegal seperti narkoba menjadi marak, dan juga dapat menimbulkan fitnah karena penyampaian informasi yang salah.


5. Wireless (Jaringan Tanpa Kabel)


Wireless merupakan jenis jaringan yang menggunakan media transmisi data tanpa menggunakan kabel. Media yang digunakan seperti gelombang radio, inframerah, bluetooth, dan microwave. Wireless bisa difungsikan kedalam jaringan LAN, MAN, maupun WAN. Wireless ditujukan untuk kebutuhan mobilitas yang tinggi.

Keuntungan jenis jaringan Wireless seperti kenyamanan untuk terhubung ke jaringan tanpa dibatasi oleh kabel, lebih ke arah pengguna yang memerlukan mobilitas yang tinggi, dan tidak terlalu memerlukan kabel jaringan.

Kerugian jenis jaringan Wireless seperti transmisi data kepada para pengguna yang lebih lambat dari penggunaan jaringan dengan kabel, memerlukan keamanan yang ketat karena orang yang berada di luar jaringan bisa menerobos ke dalam jaringan Wireless.

Tujuan  jaringan adalah menghubungkan jaringan - jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain dan berjauhan. Karena suatu perusahaan meiliki keinginan yang berbeda beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal – terminal
dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut  LAN Topologies.
Terdapat 6 jenis topologi yaitu :


1. Bus
2. Ring
3. Star
4. Extended Star
5. hierarchical topology
6. Mesh

 

Berikut ini adalah beberapa Penjelasan 6 jenis Topologi :

 

·         Topologi Bus

 



 

Topologi bus adalah topologi yang memiliki kabel tuggal sebagai media transmisinya atau tempat dimana semua client dan server dikaitkan. 

Keuntungan memakai topologi bus  :

 

1. Lebih irit kabel

2.Memiliki Layout kable yang simple

3. Mudah untuk dikembangkan

 

 

·         Topologi Ring

 

 


 

Topologi Ring adalah topologi yang jaringan yang membentuk ring atau cincin bila setiap sentral dihubungkan satu dengan yang lain.

 

Memiliki Karakteristik :

 

1.Node - node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel membentuk ring atau cincin.

2. Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.


3. Paket
‐ paket data dapat mengalir dalam satu arah  sehingga collision dapat dihindarkan. 


4. Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut. 


5.Memakai kabel UTP atau Patch Cable .

 

 

·         Topologi Extended Star


 


 

 

Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya hampir sama :
•setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node, traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
•Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.•

 

Keuntungan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus.
 

 

·         Topologi hierarchical


 

 


 

 

Topologi ini biasa disebut sebagai topologi tree. Dibangun oleh seperti halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu central node. Topologi ini support baik baseband maupun broadband signaling dan juga support baik contention maupun token bus access.
 

 

·         Topologi Mesh


 

 


 

 

Topologi mesh dibangun dengan memasang link diantara terminal. Sebuah ‘full - connected mesh’ adalah sebuah jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal yang lain. Secara teori topologi ini memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di implementasikan 

 

topologi mesh memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.


Pengertian OSI Layer & TCP/IP








OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing - masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggung jawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggung jawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggung jawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data.


Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. Upper layer fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada lower layer. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.
Fungsi  7 Layer OSI, berikut adalah nama-nama layer tersebut :

7. Application Layer :

Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.

Protokol yang berada dalam lapisan ini :

1. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol )

Protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dan web dalam sebuah web browser, melalui www. HTTP juga merupakan protokol yang meminta dan menjawab antar klien dan server.


2. FTP (File Transfer Protokol)

Protokol internet yang berjalam dalam layer aplikasi yang merupakan standar untuk mentransfer file komputer antar mesin-mesin dalam sebuat jaringan internet.


3. NFS (Network File system)

Jaringan protokol yang memungkinkan pengguna di klien komputer untuk menngakses file melalui jaringan dengan cara yang sama dengan bagaiman penyimpanan lokal yang diaksesnya.


4. DNS (Domain Name System)

Protokol yang digunakkan untuk memberikan suatu nama domain pada sebuah alamat IP agar lebih mudah diingat.


5. POP3 (Post Office Protocol)

Protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent yang akhirnya mail tersebut akan di dowbload kedalam jaringan local.


6. MIME (Multipurpose Internet Mail Exension)

Protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.


7. SMB (Server Messange Block)

Protokol yang digunakan untuk mentransfer server-server file ke DOS dan Windows.


8. NNTP (Network News Transfer Protocol)

Protokol yang digunakan untuk menerima dan mengirim newsgroup.


9. DHCP (Dynamic Configuration Protocol)

Layanan yang memberikan no IP kepada komputer yang meminta nya secara otomatis.



6. Presentation Layer :


Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam level ini :



1. TELNET



Protokol yang digunakan untuk akses remote masuk ke suatu host, data berjalan secara lain teks.



2. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)



Salah satu protokol yang biasa digunakan dalam pengiriman e-mail di internet atau untuk mengirimkan data dari komputer pengirim e-mail ke server e-mail penerima.


3. SNMP (Simple Network Management Protocol)




Protokol yang digunakan dalam suatu manajemen jaringan.



5. Session layer:

Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.



Protokol yang berada dalam lapisan ini :




1. NETBIOS

Berfungsi sebagai penyiaran pesan maksud nya memungkinkan user mengirim pesan tunggal secara serempak ke komputer lain yang terkoneksi.

2. NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface)


Berfungsi sama dengat NETBIOS hanya sedikit di kembangkan lagi dengan menambahkan fungsi yang memungkinkan bekerja dengan beragam perangkat keras dan perangkat lunak.


3. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol)


Berfungsi protokol ini memantau aliran datadiantara dua komputer dan untuk memeriksa aliran data tersebut tidak terputus.


4. PAP (Printer Access Protocol)


Berfungsi printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk dan untuk mengendalikan bagaimana pola komunikasi antar node.


5. SPDU (Session Protokol Data unit)


Berfungsi mendukung hubungan antara dua session service user.





4. Transport layer :

Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.


Protokol yang berada dalam lapisan ini :

1. TCP (Trasmission Control Protocol)


Protokol yang menyediakan layanan penuh lapisan transport untuk aplikasi.


2. UDP (User Datagram Protocol)


Protokol connectionless dan proses-to-procces yang hanya menambahkan alamat port, cheksum error control dan panjang informasi data pada layer di atasnya.



3. Network layer :

Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.


Protokol yang berada dalam lapisan ini :



1. IP (Internetworking Protocol)

Mekanisme transmisi yang digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket yang disebut datagram.


2. ARP (Address Resulotion Protocol)


Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer.


3. RARP (Reverse Address Resulotion Protocol)


Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer.


4. ICMP (Internet Control Message Protocol)


Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah pada hostnya.


5. IGMP (Internet Group Message Protocol)


Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group penerima.



2. Data-link layer :


Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).


Protokol yang berada dalam lapisan ini :



1. PPP (Point to Point Protocol)

Protokol yang digunakan untuk point to point pada suatu jaringan.


2. SLIP (Serial Line Internet Protocol)


Protokol yang digunakan untuk menyambung serial.

1. Physical layer :


Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


Protokol yang berada dalam lapisan ini :



Tidak mempunyai protokol yan spesifik di layer ini, bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem, pada layer ini hanya mengirimkan bit bit data.

Layer TCP/IP


Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.

Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.


Berikut adalah macam-macam Layer TCP/IP , yaitu :


4. Application



Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.

3. Transport



Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.

2. Internet



Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

1. Network Access



Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protokol seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.

Sejarah Jaringan Komputer









Rancagan jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer di Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong maka, dibuatlah proses beruntun sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.



Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan komputer diterapkan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. 



Memasuki tahun 1970-an, beban pekerjaan yang bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi. Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri di setiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi karena, selain proses yang harus didistribusikan semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.



Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer To Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.

JENIS JARINGAN KOMPUTER

Secara umum jaringan komputer dibagi atas empat jenis, yaitu :


1. Local Area Network



Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumber daya misalnya, dengan printer kita dapat berbagi data.



2. Metropolitan Area Network


Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.



3. Wide Area Network


Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.



4. Internet

 

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internetd. 
Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang dibuat untuk menghubungkan komputer - komputer agar dapat berkomunikasi dan berbagi data, seperti : video, foto dan lain - lain.

Dalam suatu sistem jaringan, dimana seluruh komputer saling berbagi data dan resources satu sama lain sehingga tercapai efisiensi dalam pemanfaatan teknologi.






Topologi Jaringan


Tujuan dari suatu jaringan adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Karena suatu perusahaan memiliki keinginan atau kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal – terminal
dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies.
Terdapat 6 jenis topologi yaitu :

1. Bus
2. Ring
3. Star
4. Extended Star
5. Hierachial Topology
6. Mesh

Setiap topologi memiliki kekurangan dan keuntungan masing -  masing. Setiap topologi biasanya memakai media SBB :

1.Twisted Pair
2. Coaxial Cable
3.Optical Cable
4.wireless